PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Hampir sepekan banjir yang melanda Kota Palangka Raya, belum ada tanda-tanda akan surut. Sebaliknya akibat luapan Sungai Kahayan seiring dengan tingginya curah hujan, kini sudah merendam 24 kelurahan. Sebelumnya hanya 17.
Akibat pemukiman terendam, khususnya di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan, ribuan warga memilih mengungsi ke posko darurat.
Tingginya debit air yang sebelumnya satu meter, kini sudah mencapai 1,5 meter. Untuk evakuasi korban, petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, Tagana, Satpol PP maupun relawan kemanusiaan, terus berupaya membantu.
Makin meluasnya air merendam Kota Palangka Raya, pemerintah setempat kini menetapkan status tanggap darurat bencana banjir.
Penetapan status tanggap darurat bencana banjir ini dibenarkan Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Selasa (16/11) sore.
Menurut Emi, kondisi terkini dari 24 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan tersebut, sedikitnya 11 ribu jiwa terdampak.
“Untuk sementara ini penanganan para korban terdampak, kita sudah menyediakan 15 posko yang siap menampung,” jelas Emi.
Banyaknya warga yang mengungsi, juga menjadi perhatian khusus dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) dan BNPB Pusat yang kini sudah berada di Kota Palangka Raya.
Banjir besar di Ibu Kota Provinsi Kalteng yang tersebar di lima kecamatan hingga Selasa (16/11) ini, terparah terjadi di 2 kecamatan, yakni Jekan Raya dan Pahandut. (din/foto: ist)