PERHELATAN Piala Dunia 2022 di Qatar akhirnya mencapai babak puncak. Argentina akan berhadapan dengan Perancis di partai final yang akan berlangsung di Lusail Stadium, Minggu (18/12) pukul 23:00 wita.
Bagi Argentina partai final ini merupakan yang kelima kalinya selama keikutsertaan mereka di ajang yang dulunya memperebutkan Piala Jules Rimet itu, dari lima partai final itu, Argentina 2 kali menuntaskannya sebagai juara, 1978 dan 1986.
1978 Argentina yang dilatih Luis Cesar Minotti dan diperkuat Mario Kempes, Daniel Pasarella, Osvaldo Ardilles, Daniel Bertoni. Alberto Tarantini, Luis Galvan dan kiper Ubaldo Fillol berhasil mengalahkan Belanda 3-1 melalui perpanjangan waktu.
Mario Kempes mencetak 2 gol, Bertoni 1 gol. Sedang 1 gol Belanda yang saat itu dilatih Ernst Happel dicetak Dick Naningga. Belanda kala itu diperkuat dua bersaudara Willy dan Rene van der Kerkhof, Johnny Rep, Rob Resenbrink, Johan Neeskens dan kiper Jan Jongbloed.
Tahun 1986, giliran Diego Armando Maradona yang berkibar dengan mengalahkan Jerman 3-2 di Estadio Azteca, Mexico City, 29 Juni 1986. Selain Maradona, Argentina yang dilatih Carlos Bilardo diperkuat Jorge Burruchaga, Jorge Valdano, Julio Olarticoechea, Oscar Ruggeri, Sergio Batista, Hector Enrique dan kiper Nery Pumpido.
Jerman yang diarsiteki pemain legendaris Franz Beckenbauer diperkuat Karl-heinz Rumeningge, Rudi Voller, Lothar Matthaus, Felix Magath dan kiper tangguh Eropa masa itu, Harald Schumacher.
Argentina gagal memboyong gelar juara pada perhelatan PD 1930 setelah dikalahkan tuan rumah Uruguay 2-4, kemudian kalah dari Jerman 0-1 di final PD 1990 di Italia dan kembali dikalahkan Jerman 0-1 di final PD 2014 di Brasil.
Sedang Perancis, babak final kali ini merupakan yang keempat kalinya dengan dua kali berhasil menjadi juara, 1998 dan 2018. Satu kali gagal di final PD 2006 di Jerman setelah dikalahkan Italia 3-5 melalui adu penalti.
Perancis meraih gelar juara PD pertama kalinya saat menjadi tuan rumah tahun 1998. Di partai final Perancis mengalahkan Brasil 3-0 melalui gol Zinedine Zidane 2 gol dan satu gol Emmanuel Petit.
Perancis ketika itu dibawah asuhan pelatih Aime Jacquet diperkuat kiper Fabien Barthez Zinedine Zidane, Bixente Lizarazu, Emmanuel Petit, Youri Djorkaef, Patrick Viera, Frank Lebouef, Marcel Desailly dan kapten tim Didier Deschamp yang saat ini menjadi pelatih Les Blues di PD 2018 dan PD 2022.
Pada perhelatan PD 2018 di Rusia, Perancis yang ditangani pelatih Didier Deschamps meraih gelar juara setelah mengalahkan Kroasia 4-2 melalui gol yang dicetak Antoine Griezmann, Paul Pogba, Kylian Mbappe dan gol bunuh diri Mario Mandzukic. Gol balasan Kroasia dicetak Mandzukic dan Ivan Perisic.
Pada Piala Dunia 2022 Qatar, Perancis masih ditangani pelatih Didier Deschamps dan diperkuat beberapa pemain PD 2018, seperti Oliver Giroud, Osmane Dembele, Griezmann, Mbappe, Raphael Varane dan kiper Hugo Lloris.
Sebagai juara bertahan, kalau mampu mengangkat trofi Piala Dunia 2022 Prancis akan menyamai catatan Italia dan Brasil sebagai negara yang berhasil mempertahan gelar juara Piala Dunia. Italia juara PD berturut-turut pada 1934 dan 1938, Brasil pada PD 1958 dan PD 1962.
Siapakah yang bakal lebih dahulu meraih gelar juara PD ketiga kalinya, kita tunggu partai puncak yang akan dimainkan pada akhir pekan ini. (zkl/foto: dok)